JAKARTA - PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melakukan aksi korporasi dengan memecah jumlah lembar saham (stock split) dengan rasio 1:2. Hal ini menjadi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
"Sehingga jumlah saham akan menjadi dua kali lipat dari sebelumnya, dari 15 miliar ke 30 miliar. Nominalnya dari Rp100 menjadi Rp50 per lembarnya," ungkap Direktur Keuangan Sido Muncul Leonard, dalam virtual public expose di Jakarta, Kamis (27/8/2020).
Baca Juga: Penjualan Batu Bara PTBA Capai 5,2 Juta Ton Sepanjang Semester I-2020
Dia mengatakan, aksi ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perusahaan, sehingga investor lainnya, khususnya retail dalam negeri bisa ikut berinvestasi di Sido Muncul.
"Fokus kami di tahun 2020 adalah meningkatkan ketersediaan stok, khususnya di channel-channel distribusi dan online store. Kami melihat, selama pandemi ini, ada switching customer behavior yang cenderung membeli produk online. Jadi kami pastikan ketersediaan stoknya pasti ada di market," imbuh Leonard.
Baca Juga: Penjualan Batu Bara Bukit Asam Tembus 12,5 Juta Ton di Semester I-2020
Sementara itu, untuk 2020, Sido Muncul menargetkan pertumbuhan laba secara bottom line sedikitnya sebesar dua digit, dan untuk growth sebesar single digit secara topline.
"Untuk ekspansi, kami masih berpikir bahwa tidak wise melakukan ekspansi ke negara-negara lain di tengah pandemi ini, meski beberapa negara sudah menunjukkan recovery yang menjanjikan, seperti Malaysia," pungkas Leonard.
(Feby Novalius)