Saham perusahaan aplikasi Zoom Video Communications juga naik 25% dalam perdagangan hari Senin (waktu Amerika Serikat). Hal tersebut terjadi setelah perusahaan melaporkan pendapatan kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan analis.
Baca Juga: Pailit, Perusahaan Benny Tjokro Terancam Delisting
Moncernya kinerja Zoom karena ini menjadi salah satu aplikasi yang dibutuhkan untuk kerja jarak jauh (work from home/WFH). Orang-orang menjadi lebih bergantung pada perangkat lunak untuk bisnis, pendidikan, dan penggunaan pribadi.
Pengguna aktif rata-rata Zoom pun naik 4.700% pada kuartal II-2020. Dengan capaian tersebut, kenaikan perkiraan pendapatan tahunan Zoom lebih dari 30% atau sekira USD2,37 miliar atau sekitar Rp34,5 triliun hingga Rp34,8 triliun dari proyeksi sebelumnya.
(Feby Novalius)