JAKARTA- Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan nilai transaksi uang eletronik tetap kuat pada Juli 2020, yakni 24,42% (yoy).
Gubernur BI Perry Warjiyo merinci, volume transaksi digital banking mengalami pertumbuhan yang tinggi sebesar 38,81% (yoy) pada Juli 2020.
Baca Juga: Jaga Diri dan Orang Terdekat dengan Transaksi Online
"Bank Indonesia memprakirakan berbagai transaksi sistem pembayaran kembali meningkat sejalan prospek pemulihan ekonomi dan perkembangan positif berbagai inovasi pada aktivitas ekonomi dan keuangan digital," kata Perry, Jumat (18/9/2020).
Kata dia, kolaborasi antara pelaku ekonomi dan keuangan digital melalui pemanfaatan application programing interface (API), baik bank maupun nonbank, menunjukan respons industri yang sangat baik terhadap upaya Bank Indonesia melakukan transformasi digital yang inklusif dalam.
Baca Juga: Rebound, IHSG Berpeluang Naik ke Level 5.157
"Kerangka Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025 (BSPI) termasuk penguatan digitalisasi UMKM," katanya.
Ke depan, Bank Indonesia akan melanjutkan percepatan implementasi BSPI melalui perbaikan infrastruktur, pengaturan dan mekanisme insentif yang relevan melalui Kebijakan Sistem Pembayaran, termasuk terus mendukung efektivitas berbagai program Pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional.
(Feby Novalius)