IHSG Lengser dari 5.000 Dihantui Sentimen Pilpres AS hingga PSBB

Aditya Pratama, Jurnalis
Senin 21 September 2020 16:57 WIB
IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Investment Specialist Mega Capital Indonesia Liyanto Sudarso menyebut pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dipengaruhi oleh faktor global dan dalam negeri. IHSG turun 59,86 poin atau 1,18% ke 4.999.

Liyanto menjelaskan, dari faktor global, pertama, dipengaruhi sentimen dari pasar global sejak Federal Reserve (The Fed) menyampaikan bahwa tidak ada lagi stimulus tambahan untuk ekonomi.

"Walaupun mereka mengatakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga rendah dalam waktu panjang membuat pasar jadi ternormalisasi," ujarnya dalam acara 2nd Session Closing IDX Channel, Senin (21/9/2020).

Baca Juga: Makin Banyak Saham Lesu, IHSG Ditutup Anjlok 1,18% ke 4.999

Kedua, Linyato mengatakan, beberapa waktu ke depan akan diadakan pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS), di mana jika dilihat Joe Biden sebagai lawan Donald Trump sudah mengungguli secara popularitas.

"Nah yang menarik lagi Joe Biden ingin membuat corporate tax naik lagi, nah ini pasti yang membuat saham-saham emiten yang ada di bursa AS tertekan," kata dia.

Baca Juga: Pekan Kedua PSBB Jakarta, IHSG Menguat Tipis ke 5.063

Sementara itu, dari sisi dalam negeri, dia menyebut bahwa investor Indonesia masih banyak yang melakukan aksi wait and see, terutama investor yang melihat dampak dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II terutama untuk DKI Jakarta. Akankah berhasil menekan jumlah angka virus corona?

Selain itu, daya beli masyarakat yang belum meningkat juga memberikan suatu kekhawatiran kepada investor bahwa kuartal III-2020 ini mau tidak mau perekonomian Indonesia harus mengakui akan masuk resesi.

"Kalau bisa disimpulkan kondisi pasar sedang tidak ada seperti steroid dalam jangka pendek, kalau dulu kan selalu ada stimulus tambahan yang bisa membuat pasar terus naik, tapi sekarang semua udah normalisasi dan bank sentral juga ingin melihat ekonomi tumbuh dengan sendirinya setelah suku bunga turun," ucapnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya