JAKARTA - Para investor di pasar saham sedang dibuat dag-dig-dug jelang pengumuman pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 mendatang. Pasalnya, bisa dipastikan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nanti menyatakan bahwa perekonomian Indonesia masuk ke jurang resesi.
Gejolak perekonomian itu pun akan berdampak kepada berbagai sektor bisnis yang ada di pasar saham. Oleh sebab itu, diperlukan berbagai langkah strategi agar para investor tetap untung di tengah masa resesi ini.
Baca juga; IHSG Sepekan Anjlok 2,24%, Asing Catat Aksi Jual Bersih Rp829,6 Miliar
Analis CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan setidaknya ada lima emiten yang sahamnya memiliki risiko tinggi di tengah resesi nanti.
"Tambang, otomotif, perkebunan, infrastruktur, dan konstruksi," kata dia saat dihubungi, Sabtu (26/9/2020).