JAKARTA - Investor legendaris Warren Buffett memiliki lima prinsip dasar saat main saham. Kelima prinsip ini selalu dijalankannya dengan disiplin.
Warren Buffett adalah investor bertangan dingin dan juga miliarder papan atas dunia versi Forbes. Kekayaannya didominasi oleh kemampuannya mengelola aset saham hingga beranak pinak.
Namun untuk bisa mendapatkan gelar orang terkaya tidaklah semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan ketekunan dan kedisiplinan agar bisa membuahkan gain saham.
Baca Juga: Mendeteksi Risiko Investasi Saham saat Indonesia Resesi
Pimpinan atau CEO Berkshire Hathaway dan ikon investasi Warren Buffett ternyata masih kuat dengan kariernya yang mengkilap hampir selama tujuh dekade terakhir. Bahkan, keberhasilan dalam investasi saham membuat Buffett mendapatkan julukan "The Oracle of Omaha"
Para ahli keuangan pun berharap bisa menyerap ilmu investasi dari Buffett. Hal tersebut lah yang membuat Buffett menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan kekayaan bersih lebih dari USD80 miliar atau Rp1.163 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD).
Baca Juga: 3 Hal yang Tak Boleh Dilakukan Dilakukan Investor Saham saat Resesi
Meskipun menjadi salah satu orang terkaya di dunia, namun Buffett justru terkenal hemat karena dia hanya makan di McDonald's untuk sarapan setiap hari dengan harga USD3,17 atau sekitar Rp46 ribu setiap kali makan. Tak hanya itu, Buffett juga saat ini masih tinggal di rumah Omaha yang sama yang dia beli hanya dengan USD31.500 atau sekitar Rp458 juta pada tahun 1958.
Dalam menjalankan perannya sebagai investor saham, kakek berambut perak ini memiliki 5 prinsip rasional. Berikut ini rinciannya, seperti dikutip dari buku Warren Buffett Orang yang Meraup Miliaran Dolar dengan Strategi Investasi yang Unik, Minggu (27/9/2020).
1. Fokus hanya kepada beberapa hal, bukan kepada banyak hal.
2. Abaikan fluktuasi-fluktuasi jangka pendek, kecuali apabila mereka membatalkan keabsahan perkiraan jangka panjang Anda.
3. Jangan pernah percaya bahwa kegairahan (boom) pasar akan berlangsung selamanya, atau bahwa kelesuan tidak akan berakhir.
4. Jika Anda telah melakukan segala yang diperlukan dengan sangat cermat, tetaplah kepada keyakinan Anda.
5. Bersikap tanpa emosi dalam menganalisa keberhasilan Anda sebagaimana Anda menganalisa kegagalan Anda.
(Feby Novalius)