Kalah Saing, BUMN Percetakan Ngeluh Tak Kebagian Proyek

Aditya Pratama, Jurnalis
Senin 28 September 2020 14:13 WIB
Rupiah (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Pendapatan Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) terdampak akibat pandemi Covid-19. Menurut data perusahaan, hingga Agustus 2020 laporan keuangan baru mencapai 60%-70% dari target.

"Laporan keuangan di PNRI memang hingga Agustus masih sangat tertekan karena penjualan dan produksi sangat menurun dibandingkan tahun 2019. Di tahun 2020 hingga saat ini hanya mencapai dari target itu sekitar 60%-70%," ujar Direktur Utama Perum PNRI, Sigit Y Gunarto dalam Rapat Dengan Pendapat dengan Komisi VI DPR, Senin (28/9/2020).

Sigit menambahkan, pihaknya saat ini berfokus untuk menjaga agar produksi tetap berjalan, karyawan tetap sehat, meskipun dari sisi revenue sangat turun, dari sisi profit pun akan turun.

"Kami berharap nanti dengan kondisi yang membaik di 2021 kita akan mulai naik lagi, di 2020 targetnya hanya dapat bertahan, perusahaan ini dapat bertahan, tetap eksis melaksanakan penugasan-penugasan pemerintah dan mencari order lain di luar penugasan untuk tambahan revenue agar tidak terlalu jauh dari target," kata dia.

 

Dia juga menyebut, perusahaan percetakan di tengah pandemi menjadi amat sulit dan lesu sehingga perusahaan percetakan swasta pun mengalami kekurangan order. Akibatnya setiap kali ada pengadaan terkait percetakan semua perusahaan berebut di satu tender.

"Saya sampaikan PNRI ikutan juga bahkan kita mengikuti tender dengan profit 1% aja kalah. Kita evaluasi di internal coba kalau kita pakai 0% kita PAR aja kalah juga," ucapnya.

"Kita juga enggak berani dengan tender yang menghasilkan profit di bawah 3%, jika ada kesalahan sedikit saja di dalam produksi itu jatuhnya pasti akan langsung rugi," sambungnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya