JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sebagai menteri keuangan paling tidak beruntung di dunia saat berbicara kepada Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Hal tersebut disampaikan karena Purbaya menghadapi dinamika dan berbagai tantangan berat dalam perekonomian Indonesia sejak awal masa jabatannya.
"Tantangannya memang ada, tapi ketahanan kita juga semakin besar. Ketika saya pergi ke pertemuan IMF dan World Bank bulan April lalu, saya mengatakan bahwa saya adalah menteri keuangan yang paling tidak beruntung di dunia," ujar Purbaya.
Menurutnya, tekanan ekonomi dan politik langsung menyambutnya begitu resmi menjabat sebagai Bendahara Negara.
Awal kepemimpinannya diwarnai oleh gelombang demonstrasi besar pada Agustus 2025 yang dipicu oleh akumulasi kekecewaan publik terhadap rencana kenaikan tunjangan DPR serta kondisi perekonomian nasional.
Di tengah rentetan tekanan tersebut, otoritas keuangan Indonesia berhasil mempertahankan status pasar modal RI dalam jajaran emerging market setelah MSCI mengapresiasi langkah reformasi pasar modal dan memperpanjang masa evaluasi hingga November 2026.