JAKARTA - Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 11.11 menjadi momen yang paling ditunggu banyak orang. Pemerintah pun mengharapkan daya beli kembali naik agar mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020.
Pengamat Ekonomi Bhima Yudhistira menyatakan harbolnas tentu penting untuk mendorong belanja kelas menengah dan atas.
Apalagi di tengah perubahan prilaku konsumen untuk lebih banyak konsumsi barang secara online. Pandemi membuat pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat hingga 31% berdasarkan data Wearesocial.
"Tapi ada yang menjadi catatan, untuk kelas menengah ke bawah daya beli masih rendah sehingga kemampuan beli barang secara online meskipun ada diskon tidak setinggi tahun lalu," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/11/2020).
Share dari e-commerce terhadap total retail meskipun naik tapi baru di angka 5%. Artinya masyarakat masih dominan belanja di pasar tradisional, supermarket, dan minimarket.
Menurut dia problem lain adalah keterlibatan UMKM masih terbatas, karena baru 13% UMKM yang bergabung ke platform digital. "Sisanya masih andalkan cara-cara pemasaran konvensional. E-commerce juga masih didominasi oleh barang impor, sehingga dampak ke ekonomi nasional masih terbatas," kata Bhima.
(Dani Jumadil Akhir)