JAKARTA - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) membukukan pendapatan sebesar Rp141,06 miliar. Pendapatan tersebut meningkat 9,4% secara tahunan (year on year/yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp128,95 miliar.
Kontributor terbesar untuk pertumbuhan pendapatan tersebut berasal dari penjualan produk Non Elektromedik (Jarum Suntik) mengalami pertumbuhan sebesar 19,3% YoY atau menjadi Rp33,14 miliar. Sementara penjualan produk Diagnostik In Vitro tumbuh 6,5% YoY menjadi Rp107,77 miliar.
Baca Juga: Kisah Pasutri Pembuat Vaksin Pfizer yang Mendadak Jadi Miliarder
Pada pos laba, emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis ini membukukan kenaikan laba usaha sebesar 31,8% YoY menjadi Rp 11,36 miliar.
Direktur PT Itama Ranoraya Tbk Pratoto Raharjo mengatakan realisasi pertumbuhan laba yang lebih besar menunjukkan terjadinya peningkatan marjin laba usaha IRRA di 9M2020 sebesar +137 bps atau naik menjadi 8,1%. EBITDA perseroan tercatat tumbuh 35,9% YoY menjadi Rp13,39 milar, dibandingkan perolehan 9M2019 sebesar Rp9,85 miliar.
“Kalau melihat performa kami, sampai kuartal III-2020, dengan pertumbuhan core net profit mencapai 40%-an, kami masih optimis untuk target sampai FY2020,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (13/11/2020).
Pratoto menambahkan, hingga akhir tahun menargetkan laba bersih inti perseroan mampu tumbuh di atas 20% atau mencapai Rp40 miliar. Pihaknya masih optimis mampu merealisasikan target tersebut.
Menurutnya, pola distribusi kinerja di kuartal empat tahun ini tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Di mana kuartal ke-4 masih akan menjadi kontribusi terbesar dibandingkan tiga kuartal lainnya.
“Order skala besar untuk jarum suntik ADS dan alat terapi plasma darah realisasinya di kuartal IV. Kami juga memiliki tambahan produk Antigen (Tes Diagnostik Covid-19) milik Abbot yang akan mulai kami pasarkan di kuartal IV tahun ini. Insya Allah kami optimis bisa memenuhi target di tahun ini” jelas Pratoto.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)