Praska menambahkan, dengan dirilisnya retail sales yang hanya tumbuh nol koma sekian persen dan adanya peningkatan kasus Covid-19 di AS turut mempengaruhi upaya pemulihan ekonomi.
"Kasus Covid-19 yang naik di atas 150.000 per hari, melonjak tinggi sekali yang membuat kekhawatiran adanya lockdown lanjutan dan berpotensi menghambat recovery dimana recovery diperkirakan masih cukup panjang. Jadi, investor cenderung bisa dikatakan rehat sejenak melihat perkembangan lebih lanjut dari kasus Covid ini," katanya.
(Fakhri Rezy)