Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) senang melihat perbaikan industri jasa keuangan Indonesia, baik pasar modal dan pergerakan nilai tukar Rupiah.
Hal ini terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan dengan level masing-masing IHSG di 5.522 dan kurs Rupiah ke dolar AS Rp14.050 pada 17 November 2020. Bahkan, IHSG menuju level 6.000,
"Perbaikan kinerja IHSG terdorong oleh peningkatan indeks saham sektoral. Sektor industri dasar mengalami pemulihan indeks saham terbesar sejak penurunan tajam di 24 Maret 2020 lalu," ujar Jokowi dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2020 secara virtual.
Jokowi menegaskan bahwa momentum pertumbuhan yang positif ini harus terus dijaga agar tetap berhati-hati, tidak boleh lengah, dan harus disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Momentum pertumbuhan yang positif ini tentu harus kita jaga, waspada agar jangan sampai terjadi gelombang yang kedua yang akan sangat merugikan upaya dan pengorbanan yang telah kita lakukan," kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)