JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham (IHSG) pada akhir tahun nampaknya diprediksi bergerak fluktuatif.
Analisis PT Henan Putihrai Liza C Suryanata mengatakan, pergerakan IHSG akhir tahun masih akan tarik ulur pada sisi negatif dan positif.
"Dalam beberapa terakhir ini ngeri-ngeri sedap. Karena dari beberapa ke depan. Ini masih ada tarik ulurnya karena ada positif dan negatif," kata Liza dalam IDX Market secara virtual, Selasa (15/12/2020)
Baca Juga: IHSG Tak Lari Kencang, Investor Masih Galau
Kata dia, IHSG ditutup berada di zona merah. IHSG ditutup turun tipis 2,39 poin atau 0,04% ke 6.010,13 atau 6.010 masih wajar. Adapun, IHSG akan seperti tarik tambang dalam perdagangan kedepan
"Saya rasa ini masih seperti tarik tambang apakah kita harus pull back dulu karena kenaikan sudah tajam," bebernya.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan, Selasa (15/12/2020), terdapat 210 saham menguat, 298 saham melemah dan 170 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp10,82 triliun dari 13,74 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Indeks LQ45 naik 5,5 poin atau 0,59% ke 946,73, indeks JII naik 2,9 poin atau 0,45% ke 641,84, indeks IDX30 naik 3,3 poin atau 0,65% ke 512,75 dan indeks MNC36 naik 0,8 poin atau 0,24% ke 327,93.
Sementara itu, saham-saham yang masuk top gainers, yaitu saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik Rp275 atau 4,8% ke Rp5.950, saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) naik Rp250 atau 7,7% ke Rp3.500, dan saham Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik Rp250 atau 2,1% ke Rp12.250.
(Dani Jumadil Akhir)