"Ke depan kita harus sering ketemu untuk diskusi, paling tidak ini positif yang penting PHRI dan aviasi akur. Kita harap ke depan aviasi pariwisata kita jadi lebih baik," jelasnya.
Menurut Wishnutama, bisnis pariwisata dan penerbangan kaitannya dengan pergerakan manusia. Artinya jika adanya pandemi covid-19 ini, maka akan sangat terasa dampak penurunannya karena aktivitas masyarakat dibatasi.
"Jadi sektor penerbangan walau medium digital tapi bisnisnya enggak bisa digital. Ada virtual tour, tapi itu bukan tur hanya promosi tak dapat gantikan dampak ke manusia," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)