Mengintip Perjalanan Merger 3 Bank BUMN Syariah Jadi Bank Syariah Indonesia

Fadel Prayoga, Jurnalis
Senin 21 Desember 2020 10:05 WIB
Bank Syariah Indonesia (Foto: Okezone)
Share :

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA) sebagai awal dari proses bersejarah lahirnya bank umum syariah nasional berkaliber global. Bank syariah hasil merger ini pun segera menjadi energi baru perekonomian Indonesia.

"Ini bisa mewujudkan sebuah bank syariah Nasional yang solid dan berkaliber global," ujar Erick.

Kemudian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai tidak ada isu krusial apapun yang timbul dari merger tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penggabungan usaha ketiga perusahaan ini justru dianggap bisa menjadi model bagi bank-bank lain jika hendak melakukan merger.

Menurut Sekretaris Bidang Perbankan Syariah BPH Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Muhammad Maksum, merger ini tidak menyisakan masalah karena penggabungan usaha dilakukan sesama bank syariah. Catatan krusial baru muncul seandainya merger dilakukan bank syariah dengan bank konvensional.

“Karena yang merger ini adalah sama-sama bank syariah, ibarat orang menikah itu sesama muslim, selesai nggak ada urusan, nggak ada isu. Saya kira penggabungan tiga bank ini akan menjadi model bagi bank-bank lain yang akan melakukan merger atau penggabungan,” ujar Maksum di Jakarta, Senin (9/11/2020).

Menindaklanjuti proses penggabungan bank syariah itu, PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Desember 2020. RUPSLB akan diadakan di Java Ballroom Hotel Millennium, Jakarta.

Nama hasil merger tiga bank syariah adalah Bank Syariah Indonesia. Hery Gunardi diangkat sebagai Direktur Utama Bank Syariah hasil merger.

Bank Syariah Indonesia akan memiliki aset mencapai Rp214,6 triliun dengan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya