JAKARTA - Penerapan rapid test antigen kepada masyarakat yang akan berpergian ke luar kota masih menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat. Kebijakan ini banyak diprotes karena menghalangi minat masyarakat untuk berpergian ke luar kota.
Namun, Presiden Direktur Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin melihat hal ini melalui dua sisi yakni dari aspek kesehatan dan juga ekonomi. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah kembali pada prioritas utama dari pemerintah terlebih dahulu.
"Namun di sini saya lihat kita harus kembali lagi ke prioritasnya yang paling utama. Kita mau mengutamakan untuk menurunkan kurva penyebaran virus ini, atau ingin menggerakkan kembali roda ekonomi khususnya di musim liburan di aspek atau di sektor pariwisata," ujarnya dalam acara market review IDX Channel, Selasa (22/12/2020).
Baca Juga: Aturan Rapid Test Antigen di Transportasi Selama Libur Nataru, Ini Rinciannya
Jika melihat dari sisi ekonomi, adanya kebijakan ini memang bisa menurunkan minat masyarakat untuk pergi berlibur. Sehingga dampaknya kembali lagi kepada sektor pariwisata yang akan mengalami tekanan di akhir tahun ini.
"Kalau kita melihat dampaknya ke sektor ekonomi atau industri pariwisata tentunya dengan menurunnya minat para wisman akan berdampak pada menurunnya demand atau perputaran dari sektor pariwisata," kata Ziva.