Ramai Rapid Test Antigen, Dilema Fokus Atasi Covid-19 Vs Pulihkan Ekonomi

Giri Hartomo, Jurnalis
Selasa 22 Desember 2020 13:57 WIB
Covid-19 (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Penerapan rapid test antigen kepada masyarakat yang akan berpergian ke luar kota masih menjadi perbincangan hangat bagi masyarakat. Kebijakan ini banyak diprotes karena menghalangi minat masyarakat untuk berpergian ke luar kota.

Namun, Presiden Direktur Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin melihat hal ini melalui dua sisi yakni dari aspek kesehatan dan juga ekonomi. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah kembali pada prioritas utama dari pemerintah terlebih dahulu.

"Namun di sini saya lihat kita harus kembali lagi ke prioritasnya yang paling utama. Kita mau mengutamakan untuk menurunkan kurva penyebaran virus ini, atau ingin menggerakkan kembali roda ekonomi khususnya di musim liburan di aspek atau di sektor pariwisata," ujarnya dalam acara market review IDX Channel, Selasa (22/12/2020).

Baca Juga: Aturan Rapid Test Antigen di Transportasi Selama Libur Nataru, Ini Rinciannya 

Jika melihat dari sisi ekonomi, adanya kebijakan ini memang bisa menurunkan minat masyarakat untuk pergi berlibur. Sehingga dampaknya kembali lagi kepada sektor pariwisata yang akan mengalami tekanan di akhir tahun ini.

"Kalau kita melihat dampaknya ke sektor ekonomi atau industri pariwisata tentunya dengan menurunnya minat para wisman akan berdampak pada menurunnya demand atau perputaran dari sektor pariwisata," kata Ziva.

 

Namun lanjut Ziva, jika fokus utama dari pemerintah adalah untuk menekan penyebaran virus corona maka kebijakan yang seharusnya diambil adalah melakukan pengetatan pada transportasi umum di saat libur Natal dan Tahun Baru. Misalnya adalah dengan mewajibkan seluruh masyarakat yang akan berpergian ke luar kota untuk melakukan atau melengkapi persyaratan PCR Test.

Memang menurut Ziva, saat ini pemerintah sudah mewajibkan masyarakat untuk melakukan rapid tes antigen. Namun menurutnya, tingkat akurasinya masih belum bisa menyamai hasil dari PCR Test.

"Tapi kalau misalnya menurunya dari segi penyebaran virusnya saya kira sangat penting sekali kalau justru malah memperketat. Karena rapid antigen ini biarpun lebih akurat dibanding rapid test yang kita kenal sebelumnya, masih belum bisa menyamai level akurasi dari PCR itu sendiri. Jadi kalau dari saya pribadi kalau untuk menurunkan kurva penyebaran ini justru kita malah kontraproduktif kalau saya bilang," jelasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya