JAKARTA - Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azahari memberikan proyeksi beberapa tren wisata ke depan.
Menurutnya pemerintah harus mengantisipasi perubahan tren akibat pandemi karena minat wisata dunia telah melompat. Salah satunya, pola wisatawan saat ini yang mengarah pada small size tourism.
Baca Juga: Tahun Baru 2021, Sandiaga Uno: Awal Bangkitnya Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
"Tren usai pandemi, yaitu small size tourism. Orang nanti akan bepergian dengan kelompok kecil, tidak lagi datang dengan bus-bus besar rombongan,” ujar Azril, Jakarta, Sabtu (2/1/2020).
Menurutnya, fokus pariwisata kini bukan lagi soal quality tourism, tetapi destinasi yang menjamin keselamatan, kesehatan, dan sanitasi yang baik. Meskipun program CHSE sudah tepat, tetapi tidak boleh berhenti. Menurutnya Menparekraf harus berpikir jauh dan mempersiapkan dengan matang.
Baca Juga: Sandiaga Uno: Presiden Jokowi Tak Ingin Promosi di Tempat yang Salah
Persiapan harus dilakukan dari jauh-jauh hari, agar industri dapat memberikan pelayanan yang maksimal sesuai dengan ekspektasi para wisatawan. Yaitu, untuk mendapatkan pengalaman berkesan, dan juga keamanan kesehatan selama menikmati liburannya.
"Para wisatawan tentu mencari sesuatu yang tidak ada di negaranya. Misalnya jangan tawarkan hotel karena di negara mereka itu sudah biasa. Berikan konsep lain untuk pengalaman berkesan mereka," lanjutnya.