Sarung Tangan Laku Keras, Mark Dynamics Bidik Penjualan Rp1 Triliun di 2021

Taufik Fajar, Jurnalis
Senin 04 Januari 2021 17:39 WIB
MARK Bidik Penjualan Rp1 Triliun (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) membidik penjualan hingga Rp1 triliun pada 2021. MARK merupakan emiten produsen cetakan sarung tangan, Memasuki tahun 2021, prospek bisnis produsen cetakan sarung tangan kesehatan berbasis porselen sangat besar dan menjanjikan untuk terus tumbuh.

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pemakaian sarung tangan, perlengkapan wajib para dokter dan perawat di garda depan penanganan Covid-19, serta penerapan protokol kesehatan di masa pandemi ini masih menjadi faktor penting permintaan produksi sarung tangan.

“Untuk penjualan 2020 mungkin akan dicapai sekitar Rp548 miliar, namun masih menunggu proses audit. Sedangkan di 2021, dengan penambahan kapasitas hampir dua kali lipat, target penjualan konsolidasi melonjak dua kali lipat akan mencapai Rp1,06 triliun dan laba bersih sekitar Rp 300,6 miliar,” kata Presiden Direktur Mark Dynamics Ridwan Goh dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Baca Juga: Bisnis Sarung Tangan di Tengah Covid-19, Mark Dynamics Raup Laba Rp88 Miliar 

Di 2020, perseroan telah meningkatkan kapasitas produksi hingga mampu mencetak 800.000 pcs/bulan. Tidak membutuhkan waktu yang lama, utilisasi kapasitas baru tersebut mencapai titik maksimum hanya dalam 2 bulan. Ini disebabkan oleh kurangnya pasokan cetakan sarung tangan di pasar global disaat permintaan sedang berada di puncak tertingginya.

Alhasil, perseroan telah mengalokasikan capex lebih kurang Rp150 miliar untuk pembangunan pabrik baru yang ditotalkan akan mampu mencetak 1,4 juta pcs/bulan dimulai dari kuartal II 2021.

MARK telah mengakuisisi dua anak perusahaan yang masing-masing bergerak di produk saniter dan agrikultur. Akuisisi dilakukan di semester I-2020 sekitar Rp70 miliar.

Lebih lanjut, pesanan MARK sudah dikantongi sekitar 98% dari total permintaan terdaftar di tahun 2021. Bahkan beberapa pelanggan baru ingin melakukan spot in dengan membeli produk MARK lebih mahal 50% dari harga normal. Dengan adanya penawaran ini, Ridwan memperkirakan akan ada kenaikan harga jual rata-rata di 2021.

“Melihat kondisi pasar yang cukup imbalance, average selling price (ASP) diperkirakan akan naik sekitar 15%. Ini tentunya katalis positif bagi kami untuk memacu kinerja di tahun recovery ini,” ujarnya.

Kondisi ini berdampak positif bagi perseroan yang sudah mengantongi kontrak senilai USD66,8 juta untuk pengapalan pada 2021. Tingginya permintaan sarung tangan, menurutnya akan terus berlangsung dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang. Namun, setelah kondisi kembali normal, permintaan sarung tangan secara global diperkirakan tetap akan bertumbuh sebesar 10%-12% per tahun.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya