Apa Perbedaan Vaksin China Sinovac, Sinopharm dan Merek Lainnya?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 10 Januari 2021 08:04 WIB
Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)
Share :


Bagaimana dengan vaksin Sinopharm?

Sinopharm, perusahaan negara China, mengembangkan dua vaksin Covid-19, dan seperti halnya Sinovac, juga merupakan vaksin nonaktif yang bekerja dengan cara serupa.

Sinopharm mengumumkan 30 Desember lalu, fase tiga vaksin menunjukkan vaksin itu 79% efektif, lebih rendah dari Pfizer dan Moderna.

Namun, Uni Emirat Arab, yang menyepakati vaksin Sinopharm bulan lalu, mengatakan vaksi itu 86% efektif, menurut hasil awal dari fase ketiga.

Serang juru bicara perusahaan menyanggah menerangkan lebih lanjut, menurut laporan kantor berita Reuters.

Namun walaupun sudah dalam uji tahap ketiga, vaksin itu telah didistribusikan ke hampir satu juta orang di China dalam program darurat.

Profesor Dale Fisher, dari National University of Singapore, mengatakan program vaksin yang dipercepat merupakan cara tak biasa, tanpa melewati fase ketiga.

"Yang normal adalah menunggu analisis fase ketiga sebelum program vaksin disetujui," katanya kepada CNBC.

Awal Desember lalu, Perlu menghentikan uji coba vaksin Sinopharm karena "efek samping buruk" terhadap seorang relawan. Namun Peru kemudian mengatakan penundaan itu dicabut.

Penundaan uji klinis biasa dilakukan.

September lalu, Inggris menunda tes vaksin Covid-19 lain setelah seorang peserta mengalami efek samping parah. Dan uji coba dilanjutkan lagi setelah diketahui bahwa vaksin bukan penyebabnya.

Penyebaran virus corona di sebagian besar wilayah di China telah ditekan dan perlahan-lahan, kehidupan kembali ke "normal baru".

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya