Gajah Tunggal Minta Restu Pemegang Saham untuk Tata Ulang Surat Utang

, Jurnalis
Jum'at 05 Februari 2021 13:20 WIB
saham (Shutterstock)
Share :

JAKARTA – Menjaga likuiditas dan keberlangsungan usaha, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) tengah menata ulang perjanjian surat utang yang diterbitkan pada tahun 2017 senilai USD250 juta berbunga 8,375% dan akan jatuh tempo pada tahun 2022. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Maka untuk memuluskan rencana tersebut, perseroan meminta persetujuan pemegang saham/investor terkait perubahan-perubahan tertentu dalam struktur utang tersebut. Perseroan mengungkapkan, proses permohonan persetujuan merupakan bagian dari pengelolaan kewajiban perseroan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.

 Baca juga: Lo Kheng Hong Dikabarkan Borong Saham GJTL, Begini Prospek Emitennya

Mengutip Neraca, Jakarta, Jumat (5/2/2021), persetujuan diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha perseroan atau entitas anak perseroan dalam jangka panjang, baik dari segi kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.

Untuk diketahui, perseroan dan pemegang surat utang tersebut telah melakukan perubahan perjanjian pada tanggal 8 Januari 2019. Sebelumnya, penerbitan surat utang senilai USD250 juta tersebut, digunakan untuk pembayaran surat utang senilai USD500 juta yang diterbitkan pada tahun 2013.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) hingga dua kali lipat. Sekretaris Perusahaan GJTL, Kisyuwono seperti dikutip kontan pernah bilang, belanja modal yang dialokasikan tahun ini sekitar US$ 30 juta sampai dengan US$ 40 juta. Belanja modal ini kurang lebih dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. "Fokus capex ini pada perawatan dan peremajaan mesin-mesin dan alat berat, serta pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia," ungkapnya.

Perseroan juga berencana menambah kapasitas produksi Plant ban TBR sampai dengan 3.500 unit per-hari di sekitar 2023-2024. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, pada 2019 kapasitas terpasang ban TBR sebanyak 2.000 unit perhari. dapun di sepanjang tahun ini, Gajah Tunggal menargetkan adanya pertumbuhan ekspor.

Kisyuwono mengatakan prospek bisnis ban ke Amerika Serikat masih cukup baik dengan adanya bea masuk antidumping yang mulai diterapkan Pemerintah Amerika Serikat atas produk ban dari Taiwan, Vietnam, Thailand dan Korea Selatan. Selain ke Amerika, Kisyuwono mengungkapkan Gajah Tunggal masih fokus meningkatkan penjualan di negara-negara tujuan ekspor yang sudah ada.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya