Provinsi DKI Jakarta terkait peristiwa tersebut melalui mekanisme pemeriksaan atas prakarsa sendiri (own motion investigation) tanpa menunggu laporan dari masyarakat.
“Pemeriksaan tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, namun lebih ditujukan pada upaya perbaikan yang perlu dilakukan jika ada celah dalam database dan mekanisme distribusi vaksin sesuai dengan ketentuan,” kata dia.
4. Dianggap Merugikan Banyak Orang
Pakar kesehatan Profesor Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa kejadian tersebut ranahnya kepolisian untuk menindaklanjuti. Sebab, ini berkaitan kejujuran seseorang yang merugikan dan meresahkan banyak orang.
"Kalau dia memang bukan nakes, ya berarti dia bohong. Ini harus segera diurus pihak kepolisian. Kasus ini juga dapat mengganggu lancarnya vaksinasi yang sedang dikejar pemerintah," terang Prof Ari saat dihubungi Okezone.
5. Menjadi Viral karena Bukan Prioritas
Polisi memeriksa Puskesmas Kebon Jeruk, di mana selebgram Helena Lim divaksin. Selebgram itu viral karena mendapat suntik vaksin tahap pertama dulu. Padahal prioritas tahap pertama adalah Nakes dan penunjang tenaga pelayanan publik.
Warganet lantas mempertanyakan status Helena Lim yang divaksin terlebih dahulu. Polisi juga datang ke Apotek Bumi yang diakuinya sebagai tempat kerjanya.
Dokter Nazrial Nazar, menyatakan bahwa pemilik apotek bukanlah tenaga kesehatan. Sementara menurut Kemenkes, vaksinasi masyarakat umum paling cepat pada maret 2021.
(Feby Novalius)