Satu di antaranya lewat penetapan PCR sebagai syarat wajib bagi para wisatawan ketika hendak berlibur di suatu destinasi wisata.
Selain itu, kebijakan dinamis, seperti seruan untuk tidak berwisata kepada masyarakat saat ini.
Alasannya karena kasus covid-19 di sejumlah daerah yang meningkat tajam dalam beberapa pekan belakangan.
"Kita bikinnya dinamis, begitu angka (kasus covid-19) melandai, karena ini ekonominya juga memerlukan ya kita harus cepat juga secara dinamis untuk melakukan modifikasi dan penyesuaian. Jadi saya yakin bahwa kita semua niatannya untuk menekan pandemi ini dan sektor kami berharap terus dibimbing oleh IDI, bukan hanya dalam skup Health tourism, tetapi secara lebih luas," jelasnya.
(Dani Jumadil Akhir)