India Lockdown, Luhut: Indonesia Gelagapan Tak Punya Paracetamol

Azhfar Muhammad, Jurnalis
Rabu 07 Juli 2021 11:18 WIB
Menko Luhut (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus koordinator PPKM Jawa - Bali Luhut Binsar Pandjaitan buka-bukaan soal industri obat di Indonesia.

Luhut mengaku sangat gregetan ketika Indonesia yang kaya raya ini belum memiliki industri obat seperti paracetamol.

“Waktu India lockdown tahun lalu kita gregetan dan gelagapan, kenapa karena biasanya kita punya paracetamol di Indonesia yang kaya raya ini ternyata tidak ada paracetamol industry,” kata Luhut seperti dikutip dalam podcast Deddy Corbuzier, Rabu (7/7/2021).

“Sekarang kita baru punya gara-gara itu, kita harus impor 95 persen bahan baku kita impor dari China dan beberapa negara dari luar dan terus kita kembangkan,” tambahnya.

Di samping itu, Luhut blak-blakan menyampaikan bahwa saat kondisi pandemi genting saat ini masih ada beberapa oknum-oknum mafia yang diuntungkan dengan mencari keuntungan.

“Bukan lagi ada, sangat banyak. Maka dari pada itu pandemi ini harus dijadikan momen untuk melakukan reformasi,” ujarnya.

Dalam kesempatannya, Luhut juga meminta maaf kepada mereka yang telah gugur ataupun meninggal akibat terpapar virus Covid-19 ini.

“Reformasi ini harus dilakukan seperti pendorongan pengadaan obat dari berbagai negara, saya pergi ke China dan sekarang lagi proses dan harus give and take,” paparnya.

Sebagai catatan 2/3 produksi obat Luhut mengaku telah diproduksi di China dan justru Indonesia harus belajar dari negara tersebut.

“Ya kan karena China banyak produksinya tidak semena-mena kita langsung dikasih ada effort dan give and take-nya, ada proses pokoknya mereka untung kita juga sama-sama untung bukan memberikan kesempatan ke China. Emang kita bego apa?,” tandasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya