JAKARTA - Penerapan PPKM Darurat berhasil menurunkan jumlah pasien Covid-19. Di mana kasus Covid-19 varian Delta memiliki tingkat penularan hingga 7 kali lebih cepat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, perlu 14 hari hingga 21 hari dalam menurunkan terinfeksi pasien Covid-19.
Baca Juga: Menko Luhut: Saya Minta Maaf Penanganan PPKM Darurat Belum Optimal
"Karena ada masa inkubasi penularan yang telah terjadi sebelumnya dan berbagai faktor lain. Hasil penelitian dari berbagai institusi dibutuhkan waktu kurang lebih 14 sampai 21 hari untuk kemudian penambahan kasus ini bisa mulai rata dan menurun. Hal itu sangat bisa terjadi jika kita semua konsisten terhadap pelaksanaan PPKM ini," kata Luhut dalam video virtual, Sabtu (17/7/2021).
Kata dia, kebijakan PPKM darurat dilakukan untuk menurunkan aktivitas dan mobilitas masyarakat guna mengendalikan varian Delta.
"Telah ada berbagai kemajuan dalam hal penurunan mobilitas dan aktivitas masyarakat dan hasil monitoring kami terhadap indikator Google traffic, Facebook mobility dan indeks cahaya malam telah terjadi penurunan yang cukup signifikan terhadap penurunan mobilitas dan aktivitas masyarakat," bebernya.
Baca Juga: Menko Luhut Umumkan Perpanjangan PPKM Darurat Sore Ini
Dia menambahkan kasus penularan dalam tiga hari ke belakang sudah membaik.
"Ini terus terang saja yang memberikan harapan kepada kita semua bahwa penularan varian Delta ini bisa kita turunkan," tandasnya.
Luhut pun meminta maaf jika PPKM Darurat belum maksimal.
"Saya minta maaf dalam penanganan Jawa dan Bali belum optimal," kata Luhut.
Dia menekankan bersama jajaran terkait dari Kementerian dan Lembaga akan menurunkan varian virus Delta.
"Saya akan jajaran dan kementerian dan lembaga harus bisa diturunkan," katanya
Menurutnya, PPKM yang berlangsung 15 hari ini sudah menunjukan pengurangan mobilitas. Meskipun, jumlah pasien Covid-19 belum terinfeksi.
"Tujuan PPKM ini menurunkan mobilyas dan varian delta menular 7 kali dibandingkan varian sebelumnya. Telah ada beberapa kemajuan mobilitas dan hasil monitorinya ini harus terjadi penurunan cukup signifikan terhadap mobilitas kita turunkan," tandasnya.
(Feby Novalius)