Sementara itu, Argiansyah Ramadhaan selaku pemilik warung kopi (warkop) juga berharap semoga covid-19 segera usai dan seluruh aktifitas kegiatan ekonomi bisa berjalan seperti biasa.
“Berdampak sih kalau pun terus diperpanjang akan terus semakin parah, dari dulu juga udah terdampak ya kami inginnya kayak dulu aja, ramai normal aja,” katanya.
Menurutnya, dengan kebijakan pelonggaran PPKM yang membolehkan para pengunjung makan di tempat itu membuat sedikit adanya peningkatan penghasilan pendapatan namun belum terlalu signifikan.
“Ada sih sedikit peningkatan tapi belum normal banget lah? Semoga ke depannya kita semua ada kemajuan lah,” katanya.
Kemudian, pedagang kaki lima (PKL) Nur Hamid di kawasan Stasiun Gondangdia berharap PPKM ini segera berakhir karena telah banyak terdampak kepada pendapatan hariannya.
“Harapan kami selaku PKL sama saja dengan para pelaku usaha lain tukang ojek, PPKMnya tidak usah diperpanjang dampak negatifnya kepada pendapatan harian kami, khususnya pada jualan sangat luar biasa,” kata Nur Hamid.
Menurutnya, pendapatan mereka khususnya bagi para PKL sudah berada di angka 20% hingga 30% dibanding hari biasa atau sebelum adanya diberlakukan PPKM.
“Sekarang pendapatan kami hanya 20% atau 30% hari-hari normal biasanya pendapatan atau dari pembeli katakan sampai 10 pembeli ini hanya dua atau tiga empat pembeli, jadi pihaknya berharap jika PKM selesai maka pemerintah tidak perlu memperpanjang lagi,” katanya.
Dirinya berharap jika pemerintah berupaya menangani Pandemi covid-19 khususnya kesehatan maka pemerintah harus memiliki langkah lain atau menegakan aturan yang memiliki solusi yang lebih efektif.
“Untuk sementara ini kita sudah luar biasa menderitanya dampak penjualan yang ngedrop rata-rata dari kita juga bantuan belum mendapatkan dan mungkin tidak merata, ya semoga ini yang terakhir dan jika diperpanjang semoga ada solusi yang lebih baik,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)