JAKARTA - Pandemi covid-19 menghambat sektor binis persewaan sound system. Akibatnya, pengusaha persewaan sound system, Purwanto alias Bagong, 58, warga RT 001/RW 007, Besole, Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten, tengah terpuruk. Ia terpaksa terpaksa mengobral asetnya berupa satu set sound system gantung di pinggir Jl. Solo-Jogja.
Dia rela menjual sound system-nya harga murah agar lekas laku karena butuh uang untuk makan dan membayar angsuran di bank. Dilansir dari Solopos, Selasa (10/8/2021), di pinggir Jl. Solo-Jogja, pria yang dikenal dengan panggilan Bagong Sound Besole ini, mengaku sudah hampir dua tahun usahanya terhenti. Apalagi kalau bukan karena pandemi Covid-19. Bagong yang memiliki satu istri dan dua anak tak memiliki sumber penghasilan lain.
Baca Juga: Skenario Pengusaha Ritel jika PPKM Level 4 Diperpanjang, Pekerja Dirumahkan hingga PHK
Berbagai upaya sudah dilakukan Bagong guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jauh sebelum ingin menjual aset sound system, Bagong telah menjual tanahnya di Kecamatan Bayat, Klaten. Selanjutnya, Bagong juga sudah menjual dua sepeda motornya.
Meski seperti itu, Bagong masih butuh uang karena pandemi Covid-19 tak kunjung berakhir. Alhasil, Bagong harus alih pekerjaan menjadi penjual angkringan di depan rumahnya. Berlangsungnya PPKM Level 4 membuat usaha angkringan sering merugi, bisa sampai seratusan ribu rupiah sehari.
Baca Juga: Kurangi Beban Ritel, Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Bangunan
“Saya sudah berusaha sebisa saya. Termasuk usaha angkringan itu. Meski sering tombok, saya harus melakoni. Soalnya bacut nyemplung di angkringan. Di samping itu, saya masih punya angsuran di bank. Makanya, saya lebih baik menjual sound system saya. Sound ini sebenarnya menjadi klangenan saya. Tapi terpaksa saya jual hanya untuk memenuhi kebutuhan makan dan nyicil angsuran,” kata Bagong.
Langganan Dalang Kondang
Bagong mengatakan sound system miliknya biasa digunakan mengiringi pentas wayang sejumlah dalang kondang, seperti Anom Suroto, Warseno Slank, dan Purbo Asmoro. Hal itu termasuk mendiang Ki Manteb Sudarsono. Sering kali, sound system Bagong disewa hingga ke daerah Jatim. Dalam sekali event, Bagong biasa memperoleh uang senilai Rp4 juta-Rp12 juta.