Dia mengatakan INA bisa berinvestasi di jalan tol, terutama di Waskita Karya mengingat BUMN karya itu dalam mode restrukturisasi.
Erick juga mengatakan INA telah mendapatkan modal investasi dari Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) Uni Emirat Arab, Caisse de dépôt et placement du Québec (CDPQ) Kanada, dan APG Asset Management (APG) Belanda dengan dana masuk mencapai Rp54 triliun.
Dengan berdirinya INA, mau tidak mau memang ada beberapa perusahaan BUMN yang akan diinvestasikan seperti jalan tol.
(Dani Jumadil Akhir)