JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan Indonesia telah berhasil melewati masa krisis dan resesi ekonomi. Adapun krisis ekonomi sudah berkali-kali melanda Indonesia antara lain krisisi 1998 dan 2008.
"Resesi dan krisis yang datang bertubi-tubi dalam perjalanan setelah Indonesia merdeka, juga berhasil kita lampaui," kata Jokowi dalam sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung MPR, Jakarta, Senin (16/8/2021).
Baca Juga: 6 Fakta Ekonomi RI Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Kapan Positifnya?
Jokowi menilai setiap ujian yang datang justru memperkokoh fondasi sosial, fondasi politik, dan fondasi ekonomi bangsa Indonesia. Perjalanan sejarah bangsa Indonesia, kata Jokowi, telah melalui etape-etape ujian yang berat.
"Setiap etape memberikan pembelajaran dan sekaligus juga membawa perbaikan dalam kehidupan kita," ungkapnya.
Baca Juga: 170 Negara Resesi Termasuk RI, Ekonomi Dunia 2020 Terburuk dalam 150 Tahun
Menurut Kepala Negara, Kemerdekaan Republik Indonesia bukan diperoleh dari pemberian ataupun hadiah, tetapi kita rebut melalui perjuangan di semua medan. Perang rakyat, perang gerilya, dan diplomasi di semua lini dikerahkan, dan buahnya membuat Indonesia sebagai bangsa yang merdeka.
Di sisi lain, pandemi Covid-19 telah memacu bangsa Indonesia untuk berubah, mengembangkan cara-cara baru, meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan, dan menerobos ketidakmungkinan. Bangsa Indonesia dipaksa untuk membangun normalitas baru dan melakukan hal-hal yang dianggap tabu selama ini.
"Memakai masker, menjaga jarak, tidak bersalaman, dan tidak membuat keramaian, adalah kebiasaan baru yang dulu dianggap tabu. Bekerja darirumah, belanja daring, pendidikan jarak jauh, serta rapat dan sidang secara daring, telah menjadi kebiasaan baru yang dulu kita lakukan dengan ragu-ragu," tuturnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)