Anak Buah Jadi Bos, Ini 6 Jenjang Karier yang Harus Dilalui

Zikra Mulia Irawati, Jurnalis
Sabtu 02 Oktober 2021 19:10 WIB
Jenjang karier dari karyawan hingga bos (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Di dunia kerja, terdapat berbagai jenjang karier dengan tanggung jawab yang berbeda-beda. Jenjang ini perlu untuk diketahui sebab dapat membantu mengidentifikasi posisi terdahulu, posisi saat ini, posisi yang diincar, dan di mana Anda akan mengakhirinya.

CEO Korn Ferry Gary Burnison membuat pengelompokan jenjang karier. Namun, jenjang ini bukanlah sebuah tangga. Anda dapat menempati satu atau dua posisi dalam waktu yang sama.

“Anda akan menjelajahi berbagai jenjang perkembangan, menghabiskan lebih banyak waktu di dalamnya lebih daripada orang lain. Anda mungkin memiliki satu atau dua pekerjaan di dalam satu jenjang, contohnya, atau beberapa pekerjaan di jenjang lainnya. Anda mungkin menyeberangi seluruh jenjang atau berhenti pada titik pertengahan titik. Itu terserah Anda,” katanya.

Baca Juga: 13 Prinsip Raih Kesuksesan, Imajinasi hingga Transmutasi

Dikutip dari CNBC pada Sabtu (2/10/2021), berikut 6 jenjang karier menurut Gary Burnison, CEO firma konsultasi organisasi terbesar di dunia.

1. Pengikut

Pengikut adalah jenjang yang berorientasi kepada aksi dan tugas yang diberikan oleh orang lain. Langkah awal seorang pemimpin adalah mengetahui cara menjadi seorang pengikut. Jenjang ini Anda alami di pekerjaan pertama atau selama periode magang.

2. Kolaborator

Menjadi kolaborator tidak hanya kemampuan teknis Anda yang berkembang. Kemampuan bersosialisasi Anda akan meningkat karena lebih sering bekerja dengan orang lain.

Baca Juga: Pekerja Lebih Produktif karena Musik? Ini Penjelasannya

3. Instruktur

Menjadi instruktur membuat Anda bekerja sambil memimpin orang lain. Anda harus memastikan pekerjaan dapat diselesaikan bersama-sama. Jenjang ini pun memiliki dua tingkatan lagi.

Pertama, staff leadership. Pada tingkatan ini memiliki tanggung jawab, bukan kewenangan. Tugas anda adalah merencanakan proyek, membuat sistem baru, memecahkan masalah, bernegosiasi dengan pihak luar, dan bekerja dalam tim.

Kedua, staff to line shifts. Tingkatan ini membuat Anda berurusan dengan pekerjaan yang dapat hasilnya dapat ditentukan dengan mudah, mengatur pekerjaan dengan lingkup dan skala yang lebih besar, mendemonstrasikan keahlian dan perspektif baru, dan mengurus aspek yang kurang familiar dalam tugas Anda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya