Hore! Ada Emas Baru untuk Ekonomi RI, Apa Itu?

Rina Anggraeni, Jurnalis
Rabu 10 November 2021 18:20 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)
Share :

JAKARTA - Pemerintah mencatat berdasarkan Studi dari Google, Temasek, dan Bain & Co. menyatakan 41,9% dari total transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia.

Nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2020 mencapai USD44 miliar yang berarti tumbuh 11% dari tahun 2019 dan berkontribusi sebesar 9,5% terhadap PDB Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Ekonomi digital adalah kekuatan ekonomi baru dan Indonesia harus mengembangkan artificial intelligence (AI).

Baca Juga: Catatan BI soal Pemulihan Ekonomi Indonesia

"AI merupakan 'emas baru' yang diharapkan mampu mensinergikan berbagai situasi dan berbagai stakeholder di dalam kerja sama kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan para stakeholder lainnya," kata Airlangga dalam video virtual, Rabu (10/11/2021).

Menurut dia, masyarakat semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi, termasuk untuk tujuan ekonomi. Teknologi digital telah membuka kemungkinan kolaborasi yang lebih besar di antara para pemangku kepentingan ekonomi dalam rangka memperluas perdagangan, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan akses ke layanan publik.

Baca Juga: Menko Luhut: Pemulihan Ekonomi Akan Terlihat di Kuartal IV

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat proses transformasi digital,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya