JAKARTA - Investasi menjadi kegiatan yang tengah digandrungi oleh masyarakat. Bagaimana tidak? Investasi dapat membuat uang bertumbuh sehingga hilal kekayaan kian terlihat.
Investasi bagi sebagian masyarakat adalah sebuah dunia baru. Oleh karena itu, banyak kesalahan yang dilakukan oleh para pemula. Agar Anda tidak jatuh ke dalam jurang yang sama, berikut daftar kesalahan tersebut beserta cara untuk menghindarinya dikutip dari realsimple.com pada Sabtu (13/11/2021).
Baca Juga: 10 Aplikasi Penghasil Uang Viral, Terbukti dan Cepat
1.Tidak berinvestasi sama sekali
Tidak memiliki investasi adalah kesalahan terbesar Anda. Oleh karena itu, mulailah sekarang juga. Tidak perlu berkonsultasi dengan ahli untuk memulai. Cobalah untuk mencari kursus online, buku, atau podcast tentang dasar berinvestasi sebagai gantinya.
2. Tidak tahu tujuan hidup
Tujuan hidup dapat membantu Anda untuk menemukan jawaban dari “sebenarnya uang itu untuk apa?”. Jika jawaban tersebut telah ditemukan, maka pertanyaan “apa gunanya berinvestasi?” pun akan segera terjawab.
Baca Juga:Sering Dilakukan, Ini 5 Kesalahan dalam Memilih Robot Trading
3. Memegang uang tunai terlalu banyak
Hati-hati, memegang uang tunai terlalu banyak dapat membuat pengeluaran Anda lebih tinggi. Perlahan, tinggalkan cara konservatif ini dan mulailah berinvestasi.
4. Menentukan waktu pasar
Terlalu lama memikirkan kapan harus terjun ke dunia investasi juga menjadi kesalahan umum pemula. Di dunia investasi, yang terpenting adalah berada di dalam pasar, bukan kapan harus berada di pasar. Berinvestasi secara konsisten dapat menjadi cara terbaik dan termudah bagi para pemula.
5. Tidak memiliki dana darurat
Meskipun begitu, Anda tetap harus menyediakan dana darurat jika sewaktu-waktu pasar berada di titik terendah. Dana darurat adalah dana yang tidak akan Anda investasikan karena digunakan untuk kebutuhan hidup selama 3-6 bulan.
6. Tidak berperan aktif dalam keuangan
Sudah punya gaji sendiri tetapi dikelola oleh orang lain? Mulai sekarang, coba untuk berperan aktif dalam keuangan Anda sendiri. Jika kondisi tersebut terjadi terus-menerus, bukan tidak mungkin Anda akan mengalami kepanikan finansial bahkan tidak tahu cara berinvestasi. Cek kondisi keuangan Anda setidaknya satu bulan sekali.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)