JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membandingkan jumlah nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang diluncurkan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) dengan Grameen Bank. Faktanya, jumlah nasabah Mekaar lebih banyak dari Grameen Bank.
Meski nasabah Mekaar lebih tinggi dari Grameen Bank. Namun, pendiri Grameen Bank Muhammad Yunus akhirnya mendapatkan penghargaan Nobel.
“Grameen Bank itu totalnya hanya 6,5 juta, dia mendapatkan Nobel. Ini kita sudah 9,8 juta tapi enggak dapat Nobel,” kata Jokowi dalam acara Kongres Ekonomi Umat ke-2 Majelis Ulama Indonesia Tahun 2021, Jumat (10/12/2021).
Baca Juga: Erick Thohir Bangga Nasabah Mekaar Lebih Banyak dari Grameen Bank
Jokowi menambahkan, pemerintah terus mengembangkan usaha ultra mikro, mikro dan kecil melalui Mekaar. Dia mengatakan bahwa pertumbuhan nasabah Mekar sangatlah pesat dibandingkan sejak pertama dibangun tahun 2015.
“PNM itu 2015 kita hanya bisa mengumpulkan 500.000 usaha mikro, usaha ultra mikro yang pinjamannya Rp3 sampai Rp5 juta. Rp1 juta, Rp2 juta, Rp3 juta sampai Rp5 juta. Sekarang sudah nasabahnya sudah mencapai 9,8 juta,”
Jokowi menargetkan nasabah Mekaar bisa mencapai 20 juta di 2024. Meskipun diakuinya jumlah usaha kecil, usaha mikro, dan usaha ultra mikro lebih dari itu.
“Sistem ini sudah berkembang. Insya Allah sampai 2024 akan mencapai target kita 20 juta. Tapi memang masih banyak karena usaha kecil, usaha mikro, usaha ultra mikro kita ada 64 juta. Topangan ekonomi informal kita ini memang sangat-sangat besar sekali,” tuturnya.
Jokowi berjanji akan mengajak jajaran MUI untuk langsung melihat PNM Mekaar di bulan Januari atau Februari tahun depan.
“Akan saya tunjukkan bagaimana Mekaar, PNM Mekaar ini bekerja yang kecil-kecil dikelompokkan. Kemudian gandeng renteng, kalau satu ga bisa mengangsur siapa yang membantu,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)