Kawasan yang akan digunakan sebagai pusat riset untuk pertanian, pengembangan obat herbal, dan pusat genome riset ini menempati lahan seluas lebih kurang 30 hektare.
Lokasi TSTH2 di Pollung dipilih dengan pertimbangan kekayaan biodiversitas di Sumatera Utara yang sangat tinggi.
Posisi TSTH2 yang berdekatan dengan lokasi food estate Sumatera Utara menjadi keunggulan dalam implementasi hasil penelitian di bidang hortikultura.
Masyarakat sekitar kawasan Pollung yang mengembangkan perhutanan sosial berupa hutan kemenyan akan mendapat manfaat berupa ekstraksi kemenyan di TSTH2.
(Taufik Fajar)