JAKARTA - Pemerintah akhirnya mengambil langkah untuk menurunkan harga minyak goreng. Terlebih lagi, Presiden Jokowi meminta Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi agar harga minyak di pasaran lebih murah.
Kenaikan harga minyak goreng sudah terjadi sejak akhir tahun lalu hingga saat ini.
Berbagai kebijakan sudah dilakukan, yakni menggelontorkan 11 juta liter minyak goreng dengan harga Rp14.000 yang dilakukan melalui skema operasi pasar, khususnya menjelang periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 hingga rencana memberikan subsidi minyak goreng.
Baca Juga: Jokowi Sentil Mendag Minta Harga Minyak Goreng Terjangkau
Untuk itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dan Direktur Utama BPDP-KS Eddy Abdurrachman akan menggelar press briefing secara virtual terkait kebijakan harga minyak goreng pada pukul 15.30.
Kenaikan harga minyak goreng saat ini dipengaruhi oleh harga crude palm oil (CPO) dunia yang naik menjadi USD1.340/MT.
Kenaikan harga CPO ini menyebabkan harga minyak goreng ikut naik cukup signifikan. Pantauan Kementerian Perdagangan per 3 Januari 2022, harga minyak goreng curah sebesar Rp17.900 per liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp18.500 per liter dan minyak goreng premium sebesar Rp20.300 per liter.
Ditegaskan Mendag, stabilitas harga barang kebutuhan pokok merupakan mandat Presiden Joko Widodo. Di masa pandemi ini, Kementerian Perdagangan melakukan berbagai upaya untuk memastikan harga barang kebutuhan pokok tetap stabil.
“Stabilitas harga pangan menjadi perhatian serius pemerintah. Tidak hanya minyak goreng, tetapi juga barang kebutuhan pokok lainnya. Stabilitas harga merupakan mandat yang diamanahkan Presiden yang kami laksanakan dengan sungguh-sungguh agar masyarakat bisa menikmati harga yang wajar,” ujar Mendag Lutfi.
(Dani Jumadil Akhir)