JAKARTA – Nama Ainun Najib tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, praktisi teknologi yang bekerja di Singapura ini secara resmi diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk kembali ke Indonesia.
Namun, aksi membujuk ini tampaknya tak mudah lantaran Jokowi berujar bahwa kiai Nahdlatul Ulama (NU) harus ikut turun tangan membujuk pulang Ainun hingga nego besaran gaji.
Saat ini jabatan Ainun Najib adalah Head of Analytics, Platform & Regional Business di Grab Singapura. Mengutip dari Glassdoor, besaran gaji rata-rata nasional untuk Head of Analytics di Singapura sebesar SGD8.925 atau setara Rp94,6 juta (kurs Rp10.600 per SGD).
Sebelum menjadi Head of Analytics, Ainun pernah bekerja sebagai software engineer. Besaran gaji rata-rata software engineer di Singapura mencapai SGD5.000 per bulan atau setara Rp53,02 juta.
Tak hanya itu, pekerjaan ini pun mendapatkan uang kompensasi rata-rata mencapai SGD7.500, dengan kisaran dari SGD2.240 - SGD20.000. Adapun perkiraan gaji software engineer di Singapura ini dikirimkan anonim kepada Glassdoor oleh karyawan software engineer di Singapura.
"Saya kenal satu orang, yang lain masih banyak lagi. Beliau ini kerja di Singapura sudah lama, 7 tahun yang lalu saya ketemu, mengerjakan ini semuanya apa pun bisa. Masih muda sekali, namanya mas Ainun Najib, NU, tapi di sana gajinya sangat tinggi sekali," ungkap Presiden.
Sebagai informasi, Ainun Najib merupakan lulusan Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura dengan mengambil jurusan Teknik Komputer. Setelah lulus dari NTU, dia bergabung dengan sebuah perusahaan, IBM Singapura, sebagai software engineer. Kemudian Ainun menjabat sebagai konsultan senior di sana.
Baca Selengkapnya: Diminta Jokowi Pulang ke RI, Segini Gaji Ainun Najib di Singapura
(Dani Jumadil Akhir)