Unggahan di Twitter soal Starbucks mengizinkan serikat pekerja wawancara dengan media lokal pun langsung dibantah.
Hal itu dinilai karena para karyawan membocorkan SOP perusahaan.
“Itu jelas merupakan pelanggaran kebijakan, belum lagi soal kurangnya masker,” tulis Borges.
Lalu, pelanggaran lainnya, di mana para pekerja pernah ada di toko setelah tutup tanpa izin.
Borges menyebut, ada juga karyawan yang nekat masuk ke area yang dibatasi, padahal itu bukan kewenangan mereka.
Yang lebih mencengangkan, Borges mengungkapkan adanya karyawan yang membuka brankas toko.