BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung berencana menutup 5 gerbang tol di Kota Bandung. Hal ini karena terjadi peningkatan kasus Covid-19.
Pemkot Bandung mengungkapkan 5 gerbang tol yang akan ditutup pada akhir pekan, yakni Gerbang Tol Pasteur, Kopo, Pasir Koja, Mohammad Toha, dan Buah Batu.
Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyerahkan, skema penutupan 5 gerbang tol tersebut pada pihak Kepolisian.
Baca Juga: Konstruksi Tol Japek II Selatan Capai 60%, Pembebasan Lahan Baru 57%
"Itu saya serahkan skema sepenuhnya pada Kepolisian yang mengatur karena jalur naiknya Omicron di Jabar itu Kota Bandung, Ibu Kota Jawa Barat. Jalurnya dari Cipularang," kata Ridwan Kamil dalam keterangan resminya, Kamis (10/2/2022).
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menilai, banyak wisatawan memilih berwisata ke Bandung karena tak perlu menggunakan pesawat terbang.
Baca Juga: Intip Penampakan Ruas Tol Cawang-Tomang-Pluit, Jalur VIP Penghubung Jakarta
Oleh karenanya, pengelola hotel di Bandung harus melakukan pengetesan yang ketat secara random kepada karyawannya demi memastikan wisatawan yang datang dalam kondisi sehat.
"Kalau piknik pasti banyak yang memilih ke Bandung terkait repotnya (ketentuan) naik pesawat. Karena itu, saya perintahkan pengetesan random supaya dilakukan, khususnya pada karyawan hotel. Sebab, potensi (kasus) dimungkinkan datang awalnya dari tempat penginapan. Kalau di hotel tak banyak kasus berarti hotel tersebut sudah menjalankan prosedur dengan baik," papar Kang Emil.
"Tapi kalau pegawai hotel banyak yang kena (Covid-19) berarti ada prosedur yang tidak baik," sambung dia.
Saat ini, lanjut Ridwan Kamil, kasus COVID-19 di Kota Bandung melonjak, bahkan hingga 80 persen. Oleh karenanya, Kang Emil berpesan kepada daerah yang angka kasusnya rendah untuk memperketat penerapan prokes, termasuk aplikasi PeduliLindungi.
"Walaupun kasus rendah, jangan lengah, khususnya daerah tujuan wisata. Waspada kemungkinan tamu dari Jabodetabek yang membawa virus. Oleh karena itu, Pedulilindungi dan penggunaan masker harus sering diingatkan," tandasnya.
(Feby Novalius)