Jelang IPO, Permintaan Saham Anak Usaha Adhi Karya Oversubscribed 14 Kali

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 17 Februari 2022 10:19 WIB
Jelang IPO Anak Usaha Adhi Karya. (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)
Share :

JAKARTA – PT Adhi Commuter Properti (ADCP) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 14,4 kali pada hari pertama penawaran umum pada 16 Februari 2022. Dalam penawaran saham perdana (IPO), Anak usaha Adhi Karya akan melepas 10% saham atau setara Rp288,8 miliar.

Sekretaris Perusahaan Adhi Commuter Properti Adi Sampurno menjelaskan, besaran oversubscribed merupakan hasil penjatahan terpusat (pooling) yang terkumpul di hari pertama penawaran umum. Angka ini akan terus bertambah mengingat proses penawaran umum masih akan berlangsung sampai Senin, 21 Februari 2022.

Baca Juga: Bakal IPO, Sepeda United (BIKE) Incar Dana Segar Rp54,9 Miliar

Menurut Adi, animo investor yang besar terhadap saham ADCP tak lepas dari prospek fundamental bisnis dan optimisme terhadap dukungan induk usahanya, PT Adhi Karya Persero Tbk (ADHI) yang sangat besar.

“Kami terus berupaya mempercepat berbagai proyek sesuai dengan rencana untuk memastikan fundamental bisnis perusahaan semakin kuat,” tegas Adi saat dihubungi wartawan, Kamis (17/2/2022).

Baca Juga: Oversubscribed, Saham Nusantara Berkah (NTBK) Sentuh ARA

Sejauh ini, IPO ADCP tinggal menyelesaikan beberapa tahapan akhir sebelum resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Setelah memperoleh pernyataan efektif pada 15 Februari 2022, IPO ADCP memasuki tahapan penawaran umum (16-21 Februari 2022), penjatahan (21 Februari 2022), dan terakhir pencatatan perdana saham di bursa (23 Februari 2022).

Bersamaan dengan IPO ini, ADCP juga mengadakan Program Opsi Kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan (Management and Employee Stock Option Program/MESOP) maksimal 2% dari jumlah modal disetor. Program ini merupakan bentuk penghargaan atas pencapaian kinerja para pegawai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya