5 Fakta Negara-Negara Lawan Rusia, Ancam Stop Pasokan Gas

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis
Senin 14 Maret 2022 06:33 WIB
Minyak Dunia (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Rusia mengancam stop ekspor gas alam ke Eropa. Ancaman ini usai AS dan negara-negara Eropa melarang impor minyak dan gas (migas) dari Rusia.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, negaranya akan memotong pasokan gas di pipa gas Nord Stream 1 yang menyalurkan gas untuk memenuhi kebutuhan di Eropa.

"Sehubungan dengan tuduhan tidak berdasar terhadap Rusia dan pengenaan larangan Nord Stream 2, kami berhak mengambil keputusan cermin dan memberlakukan embargo pada pemompaan gas melalui pipa gas Nord Stream 1, yang hari ini dimuat di tingkat maksimum 100%," ujar Novak, dikutip dari CNN International.

Berikut fakta-fakta negara lawan Rusia ancam stop pasokan gas, Senin (14/3/2022):

1. Presiden AS Larang Impor Minyak

Kabar terbaru menyebutkan, Presiden AS Joe Biden telah resmi melarang impor minyak dari Rusia. Hal ini tentu akan mempengaruhi eskalasi konflik antar negara tersebut.

"Kami melarang semua impor energi minyak dan gas Rusia. Itu berarti minyak Rusia tidak akan lagi diterima di pelabuhan AS dan rakyat Amerika akan memberikan pukulan kuat lainnya ke mesin perang (Presiden Rusia Vladimir) Putin," ujar Biden, dikutip dari Reuters.

2. Rusia Pasok 40%

Adapun, Rusia memasok gas alam ke Uni Eropa sebanyak 40%, minyak 27% dan batu bara 46%. Nilainya fantastis untuk perdagangan Rusia per tahunnya.

Dan khusus untuk Jerman pasokannya mencapai 50%.

3. Kelompok Barat Enggan Jatuhkan Sanksi

Sebenarnya, kelompok Barat enggan menjatuhkan sanksi energi kepada Rusia, karena dampaknya terhadap ekonomi global akan semakin parah.

Namun, keputusan ini akhirnya dilakukan karena Eropa berupaya mendiversifikasi sumber energinya.

4. Kurangi Permintaan

Pejabat Uni Eropa berencana mengurangi permintaan gas alam hingga 2/3 dari total permintaan tahun ini. Rencana ini akan dibahas dalam rapat darurat.

"Kita harus bebas dari minyak, batu bara, dan gas Rusia. Kita tidak bisa mengandalkan pemasok yang mengancam kami secara eksplisit," ujar Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.

5. Uni Eropa Harus Mandiri

Kepala Kebijakan Iklim Uni Eropa Frans Timmermans menekankan, Uni Eropa harus lebih cepat menjadi mandiri untuk mengatasi kekurangan pasokan energi ini.

"Perang Putin menunjukkan urgensi kita harus mempercepat transisi energi bersih," ujarnya.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya