JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan investor di Uni Emirat Arab (UEA) untuk investasi di sejumlah proyek transportasi dan infrastruktur. Penawaran investasi dilakukan melalui Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (JIC) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta.
Hal ini disampaikan dalam “Jakarta Business Forum” dengan tema “Jakarta: City of Opportunity, City of Collaboration”, yang diselenggarakan bersama Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jakarta dan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Abu Dhabi dalam rangkaian Expo 2020 Dubai.
Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta Benni Aguscandra menjelaskan bahwa “Jakarta Bussiness Forum” diadakan di Indonesia Paviliun dalam gelaran Expo 2020 Dubai yang diikuti oleh 192 negara, merupakan kesempatan bagi Jakarta untuk memasarkan investasi dan kerjasama kepada calon investor dari berbagai belahan dunia khususnya yang berasal dari Uni Emirat Arab (UEA).
“Jakarta Business Forum Expo 2020 Dubai menawarkan dan mempromosikan sejumlah proyek kolaborasi pembangunan DKI Jakarta bidang transportasi dan infrastruktur,” ujar Benni, Rabu (16/03/2022).
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia Abu Dhabi, H.E. Husin Bagis, menyampaikan bahwa tahun ini Indonesia didapuk menjadi tuan rumah presidensi G20. “Untuk itu, kami mendorong perusahaan-perusahaan UEA untuk memanfaatkan momentum ini dan bekerjasama dalam proyek investasi di Indonesia,” sambutnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan yang hadir secara virtual mengatakan Jakarta tengah mendorong pembangunan transportasi kota dari yang sebelumnya berorientasi pada kendaraan roda empat (Car-Oriented-Development) menjadi berorientasi transit (Transit-Oriented-Development).
“Kami bertujuan untuk mentransformasi Jakarta yang sebelumnya dikenal sebagai kota yang macet menjadi kota yang berkelanjutan,” ujar Gubernur Anies
Dalam kurang dari empat tahun, Jakarta telah berhasil membangun lebih dari 241 Km area pejalan kaki dan 50 Km jalur sepeda. Jumlah armada dan cakupan transpotasi publik juga meningkat dua kali lipat. “Pada tahun 2014, hanya 24% wilayah Jakarta yang terhubung transportasi publik. Saat ini, 83% area kota sudah terhubung,” ungkap Gubernur Anies.
Sejalan dengan itu, Jakarta akan terus meningkatkan pembangunan infrastruktur ramah lingkungan melalui sejumlah proyek investasi potensial. Pemprov DKI Jakarta pun mengundang investor di wilayah UEA untuk berkolaborasi bersama.
Beragam proyek ditawarkan mulai dari pengembangan Mass Rapid Transit (MRT), Light Rapid Transit (LRT), Transit-Oriented-Development (TOD), bus listrik hingga Urban Redevelopment Project.
“Kami mengundang mitra bisnis untuk bekerja sama dalam pengadaan lebih banyak bus listrik ke depan untuk mengupayakan agar sebagian besar wilayah Jakarta bebas emisi pada 2030,” imbuh Gubernur Anies di hadapan para investor yang hadir baik secara luring maupun daring.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga menawarkan pembangunan Urban Redevelopment Project. Proyek ini merupakan pembangunan kawasan hunian rumah susun (rusun) yang terintegrasi dengan sarana transportasi atau TOD.
Respon Positif Investor dan Iklim Ekonomi di Jakarta
Para investor UEA menyambut baik berbagai proyek infrastruktur yang ditawarkan BUMD DKI Jakarta dalam forum bisnis ini. Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan pertemuan-pertemuan antara calon investor UEA dan BUMD pemilik proyek ke depan.
Adapun berbagai proyek investasi potensial yang ditawarkan dalam Jakarta Business Forum Expo 2020 Dubai,
diantaranya :
1. MRT Fase IV Rute Fatmawati -Taman Mini Indonesia Indah (TMII)
2. Area Ritel: Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI)
3. Area Ritel: Stasiun Fatmawati
4. Rusun Nuansa Cilangkap
5. Rusun Nuansa Pondok Kelapa
6. TOD Lebak Bulus
7. TOD Sentra Primer Tanah Abang
8. LRT Rute Kelapa Gading – Jakarta International Stadium (JIS)
9. TOD Pegangsaan Dua
10. Kendaraan Listrik dan Infrastrukturnya
11. Stasiun Bus Rapid Transit (BRT)
12. Area Ritel: Stasiun Cakra Selaras Wahana (CSW)
Pemprov DKI Jakarta memfasilitasi empat BUMD pemilik proyek tersebut yaitu PT MRT Jakarta, Perumda Pembangunan Sarana Jaya, PT Jakarta Propertindo dan PT Transportasi Jakarta untuk bertemu langsung dengan calon investor di UEA melalui one-on-one meeting
(Kurniasih Miftakhul Jannah)