Pengorganisasian ini memberikan satu kebijakan baku yang bisa mengontrol kapan sapi harus disembelih.
"Memang cara mendisiplinkan salah satunya bagaimana para peternak ini harus mengkoperasikan supaya para peternak ini punya satu, tidak individual. Tidak bisa mengambil kebijakan secara individu kalau tidak semuanya dipotong, kalau tidak harga naik dipotong semua, akhirnya kita impor lagi," katanya.
Diketahui, Erick Thohir memang berencana membeli peternakan sapi di Belgia melalui BUMN sektor peternakan. Rencana tersebut dinilai menjadi solusi jangka pendek untuk memenuhi pasokan daging sapi di Indonesia.
BACA JUGA:Jelang Bulan Puasa, Harga Daging Sapi Tembus Rp160 Ribu/Kg
Pembelian peternakan itu juga diyakini mampu menekan impor daging sapi. Selama ini impor masih menjadi upaya Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
"Itulah Kenapa awalnya sempat kontroversi saat saya bicara 'yah udah kita beli aja sapi di luar negeri' itu bukan tidak lain maksudnya kuta ingin kebarat-baratan, tapi itu memang sebuah realitas kita impor sapi. Daripada kita impor, kalau kita punya kepemilikan peternakan sapi di luar negerikan paling tidak uangnya balik ke kita. Toh memang masih impor," tandasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)