Berawal dari Hobi, Pria Ini Untung Besar dari Bisnis Burung Merpati Hias

Avirista Midaada, Jurnalis
Selasa 05 April 2022 12:19 WIB
Pria ini untung besar dari bisnis burung merpati. (Foto: Okezone)
Share :

Dia harus rajin mengecek kondisi kandang makanan dan minumannya.

Jika ada merpati yang sakit maka harus segera dipindahkan agar tidak menular ke merpati lain.

"Jadi memang masing-masing jenis yang dirawat ini disiapkan untuk mengikuti lomba-lomba merpati hias. Biasanya memang ada perlakuan khusus seperti diberi vitamin dan treatment lain agar speknya bisa masuk untuk kontes," tuturnya.

Untuk proses breeding sendiri, Udin menyebut sebenarnya tak terlalu sulit.

Usia minimal untuk seorang indukan bisa mulai di-breeding adalah empat bulan.

Setelah itu indukan tersebut bakal dikumpulkan dengan pejantan sesuai dengan jenisnya dalam satu kandang.

Jika memang ada kecocokan, maka proses breeding akan dimulai dan indukan merpati itu bakal bertelur.

"Kalau indukan nya juara dan pejantan nya juara, maka 85 persen anakannya juga bakal memiliki gen juara. Makanya untuk menghasilkan juga perlu ketelitian dan ketelatenan," ucapnya.

Saat ini, peminat burung berkicau dirasa Udin cukup banyak.

Pasalnya harga jual merpati hias kini juga bersaing dan cukup bagus.

 BACA JUGA:Nikmatnya Bakso Sarang Burung Walet, Rasa Bikin Lidah Bergoyang

Apalagi jika sudah mampu mendapatkan juara dalam kontes yang diikuti. Harga jualnya bahkan bisa empat atau bahkan lima kali lipat.

Berbeda dengan burung berkicau, untuk kontes merpati hias lebih menitikberatkan pada originalitas sesuai dengan kondisi aslinya.

"Kalau untuk merpati hias yang sudah juara bisa sampai Rp15juta per ekor. Bahkan ada yang sampai laku Rp40 juta. Tetapi kalau yang tidak masuk spek kontes paling hanya kisaran Rp1-2 juta. Sementara yang afkir kisaran Rp750 ribu," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya