Solusi Bangun (SMCB) Tebar Dividen Rp216,2 Miliar

, Jurnalis
Senin 11 April 2022 13:28 WIB
Solusi Bangun Bagikan Dividen. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) memutuskan untuk membangikan dividen. Hal ini diputuskan dalam Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).

Di mana alokasi dividen sebesar 30% dari perolehan laba bersih 2021 tercatat sebesar Rp720,93 miliar sebagai dividen tunai. Dengan ini, anak usaha PT Semen Indonesia Group Tbk (SMGR) ini akan membagikan Rp216,27 miliar atau Rp23,97 per saham.

Baca Juga: Cetak Laba, Solusi Bangun Bagikan Dividen Rp195,29 Miliar

Disampaikan Direktur Utama Solusi Bangun, Lilik Unggul Raharjo, sinergi dengan SIG membantu SBI mencapai total volume penjualan semen dan terak sebesar 13,4 juta ton atau naik 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya volume penjualan juga dialami bisnis beton jadi 1,1 juta m3 naik sebesar 25,4%, dan agregat tumbuh 48,7% menjadi 913.000 ton.

Alhasil, pendapatan tercapai Rp11,2 triliun atau naik 10,9% dari Rp10,1 triliun pada tahun 2020. Di mana, sinergi dengan SIG dan berbagai upaya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan, membantu SBI menjaga kinerja positif dan mencatat peningkatan laba bersih menjadi sebesar Rp721 miliar.

Baca Juga: Laba Solusi Bangun Indonesia Melesat pada 2020, Ini Penyebabnya

Selain itu, perseroan juga mengungkapkan sisa 70% laba bersih digunakan untuk pembiayaan kegiatan operasional. Terkait kinerja tahun 2022, ia menilai masih bisa mencatatkan kenaikan baik dari segi pendapatan hingga laba bersih di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku.

“Tahun 2022 kita lihat ada perkembangan yang menggembirakan soal geliat ekonomi. Kita masih opimtistis untuk produksi dan memenui kebutuhan pasar dan penjualannya meningkat, walaupun tantangan cukup besar karena kenaikan harga batu bara, listrik, dan komoditas lainnya,” ujarnya, dikutip dari Harian Neraca, Senin (11/3/2022).

Lebih lanjut, SMCB sambung Lilik menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) untuk kelangsungan operasional dan capex yang sifatnya strategis. Misalnya untuk pengembangan pelabuhan terminal khusus di Tuban, Jawa Timur guna keperluan ekspor ke pasar Amerika Serikat sebesar 500.000 DWT yang rampung akhir 2023.

“Lalu ada capex untuk menurunkan C02 menggunakan alternatif fuel dan digitalisasi. Apalagi bahan bakar cukup signifikan dengan ongkos produksi 30% sendiri. Dengan kenaikan batu bara yang signifikasi pada akhir 2021 kita mendorong untuk melakukan inovasi dalam efisiensi dan peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif,” tambahnya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya