JAKARTA - Kebijakan pemerintah yang mengizinkan kegiatan mudik Lebaran 2022 disambut antusias sejumlah pihak. Sebab, kegiatan mudik yang tidak diperbolehkan selama 2 tahun terakhir telah menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia menjadi loyo dan membuat pertumbuhan ekonomi terkoreksi.
Dibukanya izin kegiatan mudik Lebaran diharapkan dapat mendorong perputaran kembali roda perekonomian nasional menjadi lebih cepat.
Selain dibukanya izin, momen mudik tahun ini bisa dibilang cukup istimewa. Keputusan pemerintah atas cuti bersama membuat durasi libur Lebaran kali ini menjadi genap seminggu penuh.
Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2022, Menhub Minta Penumpang Dilayani dengan Humanis dan Ramah
Waktu libur yang panjang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk dapat mengagendakan ajang silaturahmi keluarga sekaligus berwisata. Hal ini tentunya akan berpotensi mendorong pergerakan ekonomi terutama di wilayah daerah.
PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) atau OK Bank berharap adanya momentum mudik Lebaran bisa mendorong penyaluran kredit perbankan di tahun ini. Untuk 2022, OK Bank menargetkan kenaikan pertumbuhan kredit ritel sebesar 200 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp456 miliar .
"Hal ini (mudik) tentunya akan berpotensi mendorong pergerakan ekonomi, terutama di wilayah daerah, sehingga pertumbuhan kredit bisa meningkat," kata Kepala Departemen Retail OK Bank Hardiansyah Ramadhan dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/4/2022).
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk berkontribusi meningkatkan perekonomian daerah sembari mudik antara lain:
1. Jajan kuliner khas daerah setempat
Momen berkumpul keluarga di rumah kampung halaman tentunya akan lebih lengkap apabila ditemani dengan hidangan kuliner setempat yang mungkin sulit ditemukan di Ibu
Kota. Selain memberikan rasa nostalgia, jajan kuliner setempat akan membantu perputaran roda bisnis para pelaku usaha kecil di wilayah tersebut.
2. Membeli produk khas daerah dari UMKM lokal
Membawa buah tangan setelah mudik atau liburan merupakan kebiasaan dari banyak masyarakat. Membeli produk khas daerah dari UMKM lokal akan sangat membantu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
3. Mengunjungi lokasi wisata lokal
Dari gunung hingga pantai, bahkan desa pedalaman ataupun runtuhan bersejarah, Indonesia sesungguhnya memiliki banyak tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Selain menjelajahi tempat baru dan membangun memori, mengunjungi lokasi wisata lokal bisa menjadi salah satu langkah menunjang perekonomian daerah.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati fungsi intermediasi perbankan pada bulan Februari 2022 kembali mencatatkan tren positif, dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,33 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Kenaikan ini terjadi seluruh kategori debitur, terutama UMKM dan ritel.
Secara sektoral, mayoritas sektor utama mencatatkan kenaikan kredit secara mtm, terutama perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga masing-masing sebesar Rp19,5 triliun, Rp8,8 triliun, dan Rp7,1 triliun. Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi nasional terus membaik," ujar Ketua DK OJK Wimboh Santoso belum lama ini.
Selain itu, OJK juga terus mendorong terbentuknya tingkat suku bunga perbankan yang lebih efisien dan secara umum hingga Februari terus melanjutkan tren penurunan.
"Rata-rata suku bunga kredit tertimbang dari Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK) pada Februari 2022 tercatat sebesar 9,02 persen atau menurun dibandingkan periode sebelumnya, begitupun dengan SBDK yang menurun menjadi sebesar 8,81 persen," tambahnya.
Sekadar informasi, mendukung antusiasme mudik Lebaran 2022 melalui produk OK KTA (kredit tanpa agunan). Produk ini memungkinkan pemudik dapat mempersiapkan kebutuhan dari jauh hari.
Program OK KTA memberikan pinjaman hingga Rp200 juta dengan tenor sampai 60 bulan. Proses pengajuan pinjaman hanya 5 menit dan pencairan satu hari kerja,apabila dokumen yang disertakan lengkap dan sesuai.
(Feby Novalius)