Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati fungsi intermediasi perbankan pada bulan Februari 2022 kembali mencatatkan tren positif, dengan pertumbuhan kredit sebesar 6,33 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Kenaikan ini terjadi seluruh kategori debitur, terutama UMKM dan ritel.
Secara sektoral, mayoritas sektor utama mencatatkan kenaikan kredit secara mtm, terutama perdagangan, manufaktur, dan rumah tangga masing-masing sebesar Rp19,5 triliun, Rp8,8 triliun, dan Rp7,1 triliun. Hal tersebut mencerminkan dukungan perbankan dalam pemulihan ekonomi nasional terus membaik," ujar Ketua DK OJK Wimboh Santoso belum lama ini.
Selain itu, OJK juga terus mendorong terbentuknya tingkat suku bunga perbankan yang lebih efisien dan secara umum hingga Februari terus melanjutkan tren penurunan.
"Rata-rata suku bunga kredit tertimbang dari Kredit Modal Kerja (KMK), Kredit Investasi (KI), dan Kredit Konsumsi (KK) pada Februari 2022 tercatat sebesar 9,02 persen atau menurun dibandingkan periode sebelumnya, begitupun dengan SBDK yang menurun menjadi sebesar 8,81 persen," tambahnya.
Sekadar informasi, mendukung antusiasme mudik Lebaran 2022 melalui produk OK KTA (kredit tanpa agunan). Produk ini memungkinkan pemudik dapat mempersiapkan kebutuhan dari jauh hari.
Program OK KTA memberikan pinjaman hingga Rp200 juta dengan tenor sampai 60 bulan. Proses pengajuan pinjaman hanya 5 menit dan pencairan satu hari kerja,apabila dokumen yang disertakan lengkap dan sesuai.
(Feby Novalius)