Mafia Bibit Rugikan Bisnis BUMN

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Senin 25 April 2022 15:23 WIB
Erick Thohir ungkap praktik mafia bibit (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Praktik mafia bibit yang diungkap Menteri BUMN Erick Thohir berdampak buruk pada bisnis BUMN. Mafia bibit berdampak signifikan terhadap volume pasokan pangan ke pabrik-pabrik BUMN.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut banyak perseroan negara yang bergerak di komoditi sawit, tebu, kopi dan kakao, sehingga pengadaan bibit yang berkualitas menjadi bagian penting untuk mengembangkan bisnis perusahaan.

Perkaranya, ditemukan mafia bibit yang dilatarbelakangi oleh pengalaman sejumlah perusahaan pelat merah di sektor pangan. Dari pengalaman ini, ditemukan bibit-bibit bersertifikat palsu yang dibeli oleh para petani dari pihak ketiga.

"Bibit-bibit bersertifikat palsu yang didapati memberikan kerugian berarti bagi petani dan hasil komoditas yang dihasilkan. Dan tentunya ini juga akan merugikan BUMN karena berdampak kepada volume pasokan ke pabrik BUMN," ujar Arya kepada Wartawan, Senin (25/4/2022).

Padahal, banyak perkebunan BUMN yang melakukan kerja sama yang melibatkan petani untuk mendukung produksi BUMN seperti sawit dan tebu.

Terkait hal itu, Kementerian BUMN pun melakukan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai kementrian, termasuk Kementerian Pertanian. Langkah ini sekaligus pembenahan persoalan di sektor pertanian tersebut

"BUMN-BUMN yg memang banyak bekerja di sektor pertanian seperti Pupuk, Perkebunan, dan lainnya sedang melakukan pembenahan dan sinkronisasi data," tutur dia.

Arya menjelaskan sinkronisasi data dan kerja sama teknis dengan Kementerian Pertanian penting dilakukan, lantaran sektor ini juga menjadi fokus pengerjaan BUMN di sektor pangan.

"Kerjasama dengan Kementerian Pertanian sudah dimulai dengan Program Data Petani bersama Bank BUMN (Himbara) dan Telkom,” ungkap Arya.

Tak hanya itu, kerja sama juga terkait dengan pengadaan bibit karena bibit pertanian menjadi faktor utama mendapatkan hasil pertanian yang baik.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya