JAKARTA - Salah satu fokus utama yang diperlukan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional adalah bagaimana membangun rasa aman bagi masyarakat, khususnya pelaku ekonomi, agar bisa beraktivitas dengan normal dan dapat memanfaatkan insentif yang disediakan Pemerintah untuk sektor ekonomi dengan baik.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah yakni dengan menjaga keberlangsungan rantai pasok nasional.
Dalam kunjungan kerja di Kota Batam pada Rabu (27/04), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga melakukan peninjauan ke Pelabuhan Batu Ampar yang menjadi salah satu bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE).
Pelabuhan tersebut berperan menjadi International Transhipment Hub dengan kegiatan utama sebagai alih kapal/transshipment, jasa bongkar muat yang mencapai 6,7 juta TEUs per tahun, jasa penumpukan barang dengan container yard seluas 112 hektare, jasa pandu dan tunda kapal, serta ship to ship dan floating storage unit (FSU).
Tahapan pengembangan jangka pendek (2021-2025) memiliki estimasi biaya investasi Rp1,65 triliun dan kapasitas bongkat muat sebesar 1,6 juta TEUs (dari saat ini yang sejumlah 600 ribu TEUs). Sementara, untuk jangka menengah (2026-2030) estimasi biaya investasinya adalah Rp8,24 triliun dan kapasitas bongkar muat 4,6 juta TEUs.
Pada 2022 dilakukan beberapa pengembangan infrastruktur fisik yang termasuk rencana jangka pendek yakni antara lain revitalisasi Dermaga Utara dan Selatan, penataan lahan Container Yard Utara Tahap II dan CY Selatan, pembangunan pagar pelabuhan, perbaikan ROW jalan 30 meter, sampai pengadaan alat bongkar muat yang terdiri dari container crane, RTG, head truck, reach stacker 40 ton, top loader 40 ton, dan chassis.