JAKARTA - PT Kereta Comuter Indonesia (KCI) mengubah beberapa rute perjalanan KRL yang sudah di mulai pada Sabtu (27/5/2022).
Hal itu mengakibatkan stasiun Manggarai menjadi ramai penumpang naik yang melakukan transit.
Pantauan MNC Portal Indonesia pada Minggu (29/5/2022), kondisi stasiun Manggarai memang cukup ramai pengunjung, sebagian dari mereka mencoba rute baru tersebut sebelum melakukan perjalanan pada hari kerja besok hari.
Salah satu penumpang bernama, Gardis (26) yang mencoba rute terbaru tersebut berkantor di kawasan Sudirman.
BACA JUGA:Curhat Penumpang KRL soal Perubahan Rute, Mengeluh Tak Efektif hingga Memberatkan
Di mana dia setiap harinya menggunakan jasa KRL untuk kebutuhan akomodasi ke kantor.
Menurutnya, rute baru yang ada saat ini masih cukup membingungkan, kehadiran para petugas yang memegang pengeras suara untuk memberikan pengumuman terlihat sia-sia.
Sebab pada akhirnya masih banyak penumpang yang justru bertanya langsung ketimbang mendengar imbauan yang diberikan.
"Sebenarnya karena ini rute peralihan, kalau saat ini itu sangat menyusahkan karena semua jurusan numpuk di Manggarai, terus untuk direction (arah) juga belum jelas kemana," ujar Gardis.
Gardis menambahkan saat ini masih banyak infrastruktur pendukung yang belum berfungsi secara optimal, misalnya ketersediaan lift, eskalator, maupun tangga yang kurang.
Hal itu bisa dilihat dari adanya sistem satu arah tangga yang dilakukan oleh para petugas.
BACA JUGA:Rute KRL Bogor dan Bekasi Berubah, Masyarakat Masih Bingung
Dia menjelaskan jika ada banyak penumpang yang hendak naik untuk melakukan perjalanan lanjutan, maka petugas akan memberlakukannya satu arah, begitupun sebaliknya.
"Untuk lift dan tangga jalan semuanya itu kayaknya belum berfungsi, tadi saya juga sempat melihat di bawah itu sempat eror jadi tidak bisa naik, yasudah akhirnya saya naik tangga," katanya.
Di samping itu menurut Gardis, dari sisi frekuensi kedatangan kereta pun saat ini juga justru malah terlihat lebih lama dibandingkan sebelumn ada perubahan rute.
Sehingga membuat waktu tempuhnya untuk mencapai kantor di kawasan Sudirman lebih panjang dari biasanya.
"Biasanya waktu kerja itu saya 45 menit, mungkin sekarang karena masih
(Zuhirna Wulan Dilla)