Hingga kuartal I/2022, INTP mencatatkan pendapatan naik tipis 3,46% menjadi Rp3,55 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021 sebesar Rp3,43 triliun. Adapun, beban pokok pendapatan juga turut meningkat menjadi Rp2,59 triliun dari Ro2,33 triliun sehingga laba bruto perseroan tergerus menjadi Rp960,44 miliar dari Rp1,09 triliun. Kenaikan beban pokok pendapatan terutama meningkatnya biaya bahan bakar dan listrik menjadi Rp1,42 triliun dari Rp928,56 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu.
Selain itu, beban pengepakan juga naik menjadi Rp194,9 miliar dari Rp178,39 miliar. Sementara itu, beban usaha perseroan juga naik menjadi Rp776,9 miliar yang turut menekan profitabilitas perseroan. Dengan demikian, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 48% menjadi Rp182,55 miliar per kuartal I/2022 dibandingkan dengan Rp351,31 miliar pada kuartal I/2021.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)